Tuduh Nenek Curi Palu, Cucu di Jambi Pukul Korban Pakai Gagang Sapu, Langsung Lari Seusai Menganiaya

Kronologi kasus penganiayaan cucu pada neneknya di daerah Jambi, berawal dari tuduhan curi palu besi.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi - Cucu di Jambi aniaya neneknya setelah menuduh korban curi palu besi 

Terduga pelaku memegang korban, sedangkan adiknya mengambil paksa handphone lalu dibuang ke Sungai Kampar.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami).

Leher saya dicekiknya.

Adiknya juga ikut mencekik dan menindih tubuh saya hingga saya susah bernapas," akui I.

Di lokasi kejadian, sebut dia, ada saksi yang melihat kejadian itu, yaitu dua orang tukang panen sawit dan satu wanita teman korban.

"Saya minta tolong sama tukang panen, tapi dikejar (sama suami) lalu ditamparnya.

Tukang panen pun pergi dari lokasi.

Sedangkan saya sudah mau mati ditindih adiknya karena susah bernapas," kata I.

I menjelaskan, statusnya dengan terduga pelaku sudah bercerai secara agama sejak 7 Desember 2020 lalu.

Sedangkan cerai secara hukum negara masih dalam proses di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru, Riau.

"Dia tidak mau pisah sama saya, tapi saya tak anggap dia suami lagi.

Saya sudah tak tahan dianiaya.

Dia pun juga sudah nikah sirih dengan wanita lain.

Jadi, kebun sawit tak boleh dipanen sama dia, padahal punya orangtua saya.

Hasil panen juga buat biaya sekolah dan makan dua anak sama saya.

Anak yang paling tua sama dia (suami)," kata I.

Sejak menikah 1999 silam, I juga mengaku sudah sering mengalami kekerasan dari suaminya.

Mulai dari dipukul, ditendang, ditampar hingga kepala dibenturkan ke dinding.

Bahkan, korban mengaku sering diancam dibunuh.

"Dia sudah berapa kali mau bunuh saya.

Memang dia itu mau membunuh saya, biar kebun sawit dan semua harta bisa dikuasainya.

Padahal kebun sawit dan semua harta milik orangtua saya.

Dia cuma terima enaknya saja.

Dia ambil mobil dan rumah terus dikasih ke istri barunya itu.

Sedangkan saya sendiri sekarang ngontrak rumah," kata I.

#Jambi #Penganiayaan

(TribunJambi/ Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved