Kehamilannya Disebut Tak Logis, Korban Pemukulan Satpol PP Gowa Dilaporkan: 'Menanti Kuasa Allah'

Menurut Riyana, kehamilannya memang tak terlihat oleh dokter. Bahkan, dirinya mengaku jika perutnya sering membesar dan mengempes sendiri.

Penulis: Salma Fenty | Editor: Irsan Yamananda
Facebok/ Ivan Van Houten
Menurut Riyana, kehamilannya memang tak terlihat oleh dokter. Bahkan, dirinya mengaku jika perutnya sering membesar dan mengempes sendiri. 

Reporter : Salma Fenty

TRIBUNMATARAM.COM - Riyana dan Ivan, pasutri korban pemukulan Satpol PP yang belakangan viral di Gowa, Sulawesi Selatan justru balik dipolisikan.

Akibat tak bisa membuktikan kehamilannya, Riyana dan Ivan dianggap telah menyebarkan berita bohong.

Kendati kehamilannya tak terbukti secara medis, Riyana dan Ivan bersikukuh bahwa memang sedang hamil.

Menurut Riyana, kehamilannya memang tak terlihat oleh dokter.

Bahkan, dirinya mengaku jika perutnya sering membesar dan mengempes sendiri.

Lebih lanjut, dirinya berdalih bahwa kehamilannya ini tidak bisa dibuktikan dengan logika.

Riyana hanya mengatakan jika sudah tiga bulan ia tak datang bulan.

Baca juga: Fakta Video Satpol PP Gowa Pukul Wanita Hamil Pemilik Warkop: Kronologi Hingga Korban Sempat Pingsan

Baca juga: Sekda Gowa Cerita Kronologi Satpol PP Pukul Wanita Hamil Pemilik Warkop: Kami Minta Kecilkan Musik

Riyana bahkan mengaku mengalami kontraksi akibat pemukulan yang dilakukan Mardani Hamdan.

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," kata Ivan, suami Riyana ke Satpol PP Gowa Mardani Hamdan.

Kasus ini juga menyita perhatian publik karena kehamilan Riyana.

Namun belakangan kehamilan Riyana justru dipertanyakan.

Bahkan kini Riyana dan Ivan dilaporkan balik karena diduga bohong soal pengakuan hamilnya.

Riyana dan Ivan dilaporkan oleh ormas Brigade Muslim Indonesia ( BMI ) Sulsel pada Kamis (22/7/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved