Status Tersangka Dicabut, Perawat Penyuntik Vaksin Kosong Dibebaskan, Kelelahan & Tak Sengaja

Pihak korban penyuntikan vaksin kosong di Pluit akhirnya memilih memaafkan keteledoran perawat EO menyuntikkan vaksin kosong.

Dokumentasi Polres Metro Jakut
Pengakuan perawat berinisial EO ini pun nyatanya tetap akan membawanya pada proses hukum. 

TRIBUNMATARAM.COM - Babak baru kasus penyuntikan vaksin kosong di Pluit, status tersangka perawat EO dicabut, kasus dihentikan.

Pihak korban penyuntikan vaksin kosong di Pluit akhirnya memilih memaafkan keteledoran perawat EO menyuntikkan vaksin kosong.

Dalam mediasi, terungkap kemungkinan besar pelaku kelelahan setelah menyuntik 599 orang sebelumnya.

Kasus penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara berujung pada mediasi.

Korban dan orang tuanya sudah memaafkan kelalaian dari perawat EO.

Kini kasus tersebut sudah dihentikan, begitu juga dengan status tersangka yang disandang perawat EO.

Baca juga: Akui Suntikkan Jarum Kosong ke Anak, Nakes di Jakut Minta Maaf: Hari Itu Saya Vaksin 599 Orang

Baca juga: Tersangka Penyuntik Vaksin Kosong ke Siswa Cuma Ngaku Lalai, Polisi Dalami Temuan Motif Lain

Status Tersangka Perawat EO Dihentikan

Status tersangka perawat EO dalam kasus penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di Pluit dihentikan.

Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan.

"(Status tersangka) dihentikan," kata Guruh saat dikonfirmasi, Rabu (11/8/2021) malam.

Sebelumnya EO disangkakan melanggar pasal 14 Undang-undang RI nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Ancaman hukumannya 1 tahun penjara.

Perawat EO Dimaafkan

Sebelumnya, Guruh juga menyatakan bahwa kasus suntik vaksin kosong ini dihentikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved