Viral Preman Tutup Jembatan di Deli Serdang, Minta Bayaran ke Warga yang Mau Lewat, Ini Kata Polisi

Beredar video viral preman tutup jembatan dan minta bayaran ke warga di Deli Serdang.

Editor: Irsan Yamananda
Thickstockphotos via Kompas
Ilustrasi - Beredar video viral preman tutup jembatan dan minta bayaran ke warga di Deli Serdang. 

TRIBUNMATARAM.COM - Sebuah video jadi sorotan di dunia maya.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah kendaraan bermotor antre.

Sejumlah kendaraan bermotor itu rupanya tengah melewati jembatan.

Usut punya usut, jembatan dalam video tersebut dtutup oleh sejumlah preman.

Peristiwai itu disebut terjadi di daerah Deli Serdang.

Video tersebut iunggah akun Instagram @medanheadlines.news.

Baca juga: Viral Kepala Sekolah di Tangerang Miliki Harta Capai Rp 1,6 Triliun, Berikut Sumber Penghasilannya

Baca juga: Viral Video Burung Pipit Jatuh Berhamburan di Bali, Perekam: Ada yang Mati, Ada yang Masih Hidup

Tangkapan layar unggahan video di akun @medanheadlines.news memperlihatkan aksi pungutan liar di jembatan Tuntungan. Videonya viral di media sosial. Seorang pelaku ditangkap Polsek Pancur Batu.
Tangkapan layar unggahan video di akun @medanheadlines.news memperlihatkan aksi pungutan liar di jembatan Tuntungan. Videonya viral di media sosial. Seorang pelaku ditangkap Polsek Pancur Batu. (KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Dalam kolom keterangan, akun tersebut menuliskan, 'Preman Tutup Jembatan Tuntungan Deli Serdang Yang Bayar Boleh Lewat'.

Tertulis juga keterangan, 'Preman setempat menutup akses jalan di jembatan Tuntungan Deli Serdang, yang gak mau bayar jalannya ditutup.

Kalau gak bayar disuruh mutar jauh dari Pajak Melati sana. Kami mahasiswa UINSU terlanjur lewat situ mau gak mau harus bayar kalau gak mau mutar jauh," ujar Sahabat MH yang merupakan pengirim video.

Video itu tayang hingga lebih dari 31.000 kali dengan ratusan komentar.

Baca juga: Kafe Milik Ucok Baba Dipalak Preman Dua Kali, Pelaku Ketahuan Bawa Sajam dan Diberi Uang Rp 500.000

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Dedy Dharma membenarkan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi di Jembatan Tuntungan, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut.

Setelah video itu viral, personel Tekab Polsek Pancur Batu bergerak dan menangkap seorang pelaku berinisial FS pukul 19.00 WIB, Senin (13/9/2021). FS tinggal di sekitar lokasi.

Kanit Intel turun ke lokasi dan melihat pelaku berdiri sambil memegang uang usai memberhentikan dan meminta uang kepada para pengendara yang hendak melintas.

Saat mengamankan FS, sekitar 4-5 orang rekan pelaku langsung melarikan diri.

Selanjutnya FS digelandang ke Mapolsek Pancur Batu untuk penyidikan lebih lanjut. 

"FS kita amankan dengan barang bukti (uang) hasil pungutan liarnya sebanyak 23 lembar yang pecahan Rp 500 hingga Rp 2.000," ujar Dedy melalui WhatsApp, Selasa (14/9/2021) seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Preman Tutup Jembatan, yang Bayar Boleh Lewat, jika Tak Mau Beri Uang Dipaksa Putar Balik".

Kasus Premanisme Lainnya

Beberapa orang preman diduga memalak sebuah panti asuhan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Padahal, anak salah satu terduga pelaku diasuh di tempat tersebut.

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi tepatnya di Panti Asuhan, Rumah Singgah dan Thafidz Jasmine Nabila Inayah di Ulak Karang Utara, Padang.

Dewi Melinda, pengelola panti asuhan menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

Ia mengaku sempat dipalak oleh oknum pemuda setempat.

Menurut Dewi, peristiwa itu terjadi pada bulan puasa kemarin.

 9 Preman Rusak Warung di Lampung Hingga Luluh Lantak, Bawa Sajam & Minta Pedagang Pergi dari Lokasi

 6 Preman di Sidoarjo Hajar TNI Hingga Babak Belur karena Dikira Maling: Korban Sempat Mondar-mandir

Panti asuhan di Padang diduga dipalak oleh preman.
Panti asuhan di Padang diduga dipalak oleh preman. (TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA)

Kala itu, ada donatur yang datang mengantarkan bantuan ke panti asuhan.

"Iya benar, itu mis komunikasi saja. Ketika itu ada donatur mengantar bantuan."

"Saya bilang, sebelumnya ada yang ngaku ketua pemuda ke sini, minta bagian."

"Saya bilang sama donatur, bawa aja dulu bantuannya sebab nanti bantuan ini diminta sama yang ngaku ketua pemuda," tutur Dewi Melinda, Rabu (26/6/2021) seperti dikutip dari TribunPadang.com dengan judul Panti Asuhan di Padang Dipalak Preman, Pengelola: Kalau Nggak Dikasih, Tak Jamin Panti Aman.

 Penjual Bakso Bersimbah Darah Dipukuli Preman Tukang Palak Gegara Uang 5 Ribu, Gerobak Hancur

Lalu, kata Dewi, donatur itu memberi tahu ke temannya ada dugaan pemalakan di panti sehingga sampai ke pihak yang berwajib.

Dewi tak menampik tahun lalu dugaan aksi pemalakan itu cukup banyak.

Mereka berebut-rebut ke panti yang pada akhirnya anak panti tidak mendapat bantuan itu.

"Kalau tahun sekarang, ada juga yang ngaku ketua pemuda, tapi saya tidak yakin, minta jatah juga, kalau enggak dikasih, nanti dia tidak menjamin panti ini akan aman."

"Makanya saya kasih beberapa botol sirup, datang donatur diminta lagi," ungkap Dewi.

Dewi tak pernah menyangka aksi pemalakan itu sampai ke pihak berwajib.

"Kasihan anak-anak, saya dipanggil-panggil.

Anak-anak belum makan, semua terbengkalai," ucap Dewi.

Dewi mengatakan permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara damai.

Ia berharap ke depan hal serupa tidak terjadi lagi.

 Teddy Ngaku Dikejar Preman & Sebut Hidupnya Hancur, Sule : Saya Nggak Ngirim Preman, Ngapain?

"Kalau dia butuh, Insyaallah kita bantu.

Misalnya, dia kurang mampu tak sanggup biayai anaknya, masukan anaknya ke panti."

"Nanti kita beri makan karena warga dhuafa di sini kami bantu, di sini tidak dibatasi anak-anak untuk makan," tutur Dewi. 

2 Pelaku Diamankan Polisi

Ilustrasi - Dua orang diduga preman yang memalak panti asuhan di Padang ditangkap.
Ilustrasi - Dua orang diduga preman yang memalak panti asuhan di Padang ditangkap. (Istimewa)

Polisi telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan pungli terhadap panti asuhan di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kota Padang.

Kedua pelaku tersebut berinisial A (39) dan AM (47).

Mereka diamankan pada Rabu (23/6/2021).

Kapolsek Padang Utara, AKP Nahri Sukra mengatakan, saat ini pelaku sudah dipulangkan karena korban tidak membuat laporan.

"Korban tidak membuat Laporan Polisi, sebelumnya korban meminta untuk tidak diviralkan.

Namun, terlanjur viral," kata AKP Nahri Sukra, Kamis (24/6/2021).

 Cerita Mantan Preman & Tukang Mabuk Jenuh Buat Maksiat, Kini Bangun Panti Asuhan Tanpa Minta-minta

Kata dia, kejadian dugaan pungutan liar tersebut terjadi pada 1 tahun yang lalu dan pada bulan Ramadan kemarin.

Di mana, pelaku meminta bantuan kepada panti asuhan, namun korban hanya memberikan 8 botol minuman fanta.

"Korban memanggil para pelaku dan menjelaskan kalau hendak meminta bantuan bawalah Kartu Keluarga," katanya.

Ia menyebutkan, setelah memberikan KK, pelaku tidak pernah datang lagi.

"Jadi korban tidak membuat Laporan Polisi dan tidak akan menuntut. Barang buktinya cuma 8 botol minuman fanta," ujarnya.

Ia menyebutkan, pelaku diamankan karena sudah viral dan dibawa ke Polsek Padang Utara.

"Salah satu pelaku ada anaknya di dalam panti asuhan tersebut. Diduga pelaku ini ingin mendapatkan bantuan juga, tapi caranya salah," katanya.

Selanjutnya para pelaku diberikan petunjuk oleh pengurus panti, kalau untuk mendapatkan bantuan ada prosedurnya.

"Saat ini sudah dipulangkan, karena mengamankan orang 1 kali 24 jam. Kecuali korban melakukan penuntutan karena mengalami kerugian," katanya. 

Artikel lainnya terkait premanisme

(Kompas/ Kontributor Medan, Dewantoro)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved