Minta Polisi Dukung Ibu Korban Dugaan Rudapaksa di Luwu Timur, Ketua DPD PKS: 'Jangan Diviktimisasi'

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapan terkait kasus dugaan rudapaksa di Luwu Timur.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas/ handout
Ilustrasi - Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapan terkait kasus dugaan rudapaksa di Luwu Timur. 

TRIBUNMATARAM.COM - Kasus dugaan rudapaksa yan terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan terus menjadi sorotan.

Kali ini, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani turut memberikan tanggapannya.

Ia mendorong agar polisi membuka kembali penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Perlu diketahui, terduga pelaku dalam kasus ini adalah ayah kandung korban.

Sementara terduga korbannya adalah tiga anak di bawah umur.

Selain itu, ia juga meminta agar aparat kepolisian peka terhadap populernya tagar #PercumaLaporPolisi di media sosial.

Baca juga: Sempat Sebut Hoax, Polisi Anggap Ibu 3 Anak yang Dirudapaksa Ayah Kandung di Luwu Timur Kurang Waras

Baca juga: Minta Polisi Buka Lagi Rudapaksa di Luwu Timur, Menteri PPPA: Tak Ada Toleransi pada Kekerasan Anak

Ilustrasi - Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapan terkait kasus dugaan rudapaksa di Luwu Timur.
Ilustrasi - Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapan terkait kasus dugaan rudapaksa di Luwu Timur. (TribunJakarta)

Perlu diketahui, tagar itu muncul akibat dihentikannya kasus tersebut.

"Saya mendorong pihak kepolisian Luwu Timur agar membuka kembali penyelidikan terhadap kasus kejahatan seksual ini secara transparan.

Apalagi korbannya anak-anak dan terduga pelaku adalah orang yang seharusnya memberikan perlindungan dan rasa aman pada keluarga," kata Netty dalam keterangannya, Sabtu (9/10/2021).

Anggota Komisi IX DPR itu mengatakan, populernya tagar tersebut menjadi bukti tercederainya kepercayaan rakyat terhadap lembaga kepolisian.

Baca juga: Hentikan Kasus Ayah Cabuli 3 Anak di Luwu Timur, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan, Ibu Korban Waham

Oleh karena itu, ia mendesak kepolisian membuka kembali penyelidikan kasus tersebut.

"Lanjutkan penyelidikan, jangan sampai mencederai rasa kepercayaan rakyat pada lembaga kepolisian," ujarnya.

Netty menyoroti laporan investigasi yang dilakukan oleh media massa. Ia mengambil kesimpulan bahwa kasus tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan.

Misalnya, kata dia, dalam prosesnya kurang melibatkan secara penuh kuasa hukum, orang tua, dan pendamping sosial korban.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved