Pengakuan Ayah yang Diduga Rudapaksa 3 Anak di Luwu Timur: Cerai 2017, Dilaporkan 2 Tahun Kemudian

Simak pengakuan ayah yang diduga rudapaksa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Editor: Irsan Yamananda
Ahmad Zaimul Haq/Surya
Ilustrasi - Simak pengakuan ayah yang diduga rudapaksa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNMATARAM.COM - Sebuah kasus dugaan rudapaksa menjadi sorotan publik.

Dalam kasus tersebut, terduga pelakunya adalah ayah kandung korban.

Sementara terduga korban merupakan 3 anak di bawah umur.

Berdasarkan informasi, dugaan rudapaksa  itu terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Laporannya masuk pertama kali pada tahun 2019.

Sang pelapor adalah RS, ibu dari 3 terduga korban.

Baca juga: Polri Ungkap Hasil Interview dengan Dokter yang Periksa 3 Koban Dugaan Rudapaksa di Luwu Timur

Baca juga: Minta Polisi Dukung Ibu Korban Dugaan Rudapaksa di Luwu Timur, Ketua DPD PKS: Jangan Diviktimisasi

Ilustrasi - Simak pengakuan ayah yang diduga rudapaksa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ilustrasi - Simak pengakuan ayah yang diduga rudapaksa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (TribunJakarta)

Namun, polisi menghentikan penyelidikan dugaan rudapaksa tersebut.

Alasannya, bukti yang dibutuhkan masih kurang.

Setahun kemudian, kasus ini kembali menjadi perbincangan warganet dan viral di media sosial.

Sang ayah kandung diketahui berinisial SF.

Ia adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) aktif di Pemkab Luwu Timur

Pada tahun 2017 RS dan SF resmi bercerai.

Baca juga: Sempat Sebut Hoax, Polisi Anggap Ibu 3 Anak yang Dirudapaksa Ayah Kandung di Luwu Timur Kurang Waras

Setelah 2 tahun berpisah, RS melaporkan mantan suaminya kepada aparat kepolisian atas dugaan perkosaan terhadap 3 anaknya.

Kepada Kompas.com, SF membantah tudingan RS mantan istrinya, termasuk tudingan bahwa dirinya mempengaruhi proses hukum.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved