Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jaringan Pembuat Hasil Swab Tes Palsu di Jatim Terbongkar: 10 Menit Jadi, Beraksi 4 Bulan Terakhir

Editor: Irsan Yamananda
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi swab test

Dalam kasus ini, unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim sudah menangkap 5 orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kelimanya adalah NH (33) warga Jalan KH Hasbullah, Kelurahan Banjarejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, SG (36), warga Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Lalu MZA (22) warga Desa Pagerwojo RT 017 RW 004 Buduran Sidoarjo, IB (51) warga Jalan Malik Ibrahim Kwangsan RT 006 RW 003 Sedati, Sidoarjo, serta terakhir AF (27) warga Petukangan Ampel, Kota Surabaya. 

Kelimanya memiliki peran yang berbeda dari pencari korban, hingga pembuat surat keterangan palsu seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi".

"Korbannya rata-rata adalah calon penumpang pesawat terbang dan pemesan layanan travel," ujar Gatot.

Polisi juga mengamankan beragam barang bukti yang mendukung aksi kejahatannya, seperti laptop, printer, kertas berkop surat sebuah rumah sakit, hingga contoh surat keterangan sehat palsu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP subsider Pasal 268 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Kasus Jual Beli Surat Swab Test Palsu

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu.

Polisi telah mengamankan delapan orang dan ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya masih di bawah umur.

Ternyata, dalam pembuatan surat tes swab antigen dan PCR palsu ini ada peran orang dalam.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan pembuat surat hasil tes swab palsu, hingga orang yang memesan.

Baca juga: PENTING Swab Antigen Dulu Sebelum Setor Identitas Pribadi Penumpang Sriwijaya Air SJ182 ke RS Polri

Baca juga: Namanya Ada di Daftar Manifes, Paulus Batal Naik Sriwijaya Air karena Enggan Bayar Tes Swab Mahal

Baca juga: Cerita Calon Penumpang yang Batal Naik Sriwijaya Air SJ 182: Pilih Refund karena Tak Bawa Hasil Swab

Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2021) saat rilis kasus pemalsuan surat bebas Covid-19. (Tribunnews/ Reza Deni)

Berikut adalah lima fakta seputar kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu yang dirangkum TribunJakarta.com:

1. Anak Di Bawah Umur Terlibat

Halaman
1234