Tangis Mempelai Wanita Positif Covid-19 Saksikan Sang Calon Ucap Akad Nikahnya Via Zoom
Prosesi akad nikah virtual pertama di Tulungagung, Jawa Timur, mempelai wanita tak kuasa menahan tangis haru.
Dua hari kemudian, LD pergi ke Wonogiri untuk mengikuti acara ngunduh mantu.
Namun, ia harus dibawa ke rumah sakit lantaran merasakan sakit.
"Kemudian diisolasi karena terkait Covid-19," kata Edi.
Tak hanya LD, ibu dan ayahnya pun dirawat di rumah sakit berbeda lantaran terinfeksi Covid-19.
Sempat dirawat 11 hari, LD meninggal dunia. Manyusul kemudian kedua orangtuanya secara berurutan.
3. Adik dan ibu pengantin meninggal dunia

Sekitar Juni 2020, sebuah pernikahan digelar di Semarang Timur.
Usai acara akad itu, adik pengantin jatuh sakit dan dilarikan ke RS Agung Semarang.
Sang adik yang sempat menjalani tes swab meninggal dunia ketika hasil pemeriksaannya belum keluar.
Ia kemudian dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil laboratorium keluar.
Pada waktu bersamaan, ayah dan ibu pengantin juga mengalami sakit dan dinyatakan terinfeksi corona.
Sang ibu kemudian menyusul meninggal dunia dengan status positif Covid-19.
Setelah kejadian itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan tes swab pada anggota keluarga dan tamu yang hadir di acara pernikahan tersebut.
(Kompas.com/ Dheri Agriesta/Riska Farasonalia)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tangis Haru Dessy, Menikah Lewat Aplikasi Zoom karena Terinfeksi Covid-19"
dan "Kasus-kasus Pengantin Positif Covid-19 Usai Pernikahan, Ada yang Meninggal Sekeluarga"
BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Haru Biru Tangis Mempelai Wanita Positif Covid-19 Saksikan Sang Calon Ucap Akad Nikahnya Via Zoom